Sunday, January 29, 2012
Forensik - Luka Tusuk
Mola Hidatidosa (hamil anggur)
Keluarga Berencana
BAB I PENDAHULUAN
Peningkatan dan perluasan pelayanan keluarga berencana merupakan salah satu usaha untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu yang sedemikian tinggi akibat kehamilan yang dialami oleh wanita. Banyak wanita harus menentukan pilihan kontrasepsi yang sulit, tidak hanya karena terbatasnya jumlah metode yang tersedia tetapi juga karena metode-metode tertentu mungkin tidak dapat diterima sehubungan dengan kebijakan nasional KB, kesehatan individual dan seksualitas wanita atau biaya untuk memperoleh kontrasepsi.
Pelayanan Keluarga Berencana yang merupakan salah satu didalam paket Pelayanan Kesehatan Reproduksi Esensial perlu mendapatkan perhatian yang serius, karena dengan mutu pelayanan Keluarga Berencana berkualitas diharapkan akan dapat meningkatkan tingkat kesehatan dan kesejahteraan. Dengan telah berubahnya paradigma dalam pengelolaan masalah kependudukan dan pembangunan dari pendekatan pengendalian populasi dan penurunan fertilitas menjadi pendekatan yang berfokus pada kesehatan reproduksi serta hak reproduksi. Maka pelayanan Keluarga Berencana harus menjadi lebih berkualitas serta memperhatikan hak-hak dari klien/ masyarakat dalam memilih metode kontrasepsi yang diinginkan.
KB merupakan program yang berfungsi bagi pasangan untuk menunda kelahiran anak pertama (post poning), menjarangkan anak (spacing) atau membatasi (limiting) jumlah anak yang diinginkan sesuai dengan keamanan medis serta kemungkinan kembalinya fase kesuburan (ferundity). read more
Wednesday, September 29, 2010
DOKTER DAN PREMAN
Menyikapi suatu stetment dalam suatu status jejaring sosial teman yang notabennya sebagai sarjana ked***eran, yang saya sikapi disini hanya sebagai kalimat tanpa memandang sebab musabab keluarnya pernyataan ini begini bunyinya “Dokter juga seorang manusia yang memiliki batas kesabaran, kalau batas kesabaran telah terlampaui maka dokter dan preman nga jauh beda”
Bagaimana menurut Anda?
Hal itu wajar bukan?Dokter juga toh kan masih manusia, masi makan preman kan makan juga? Dokter punya sifat2 sebagai manusia juga kan?
Dilain Waktu saya teringat dengan pembicaraan hangat seorang tokoh “sebut saja tokoh” di rumahnya waktu saat berkunjung halal bil halal –makan gratis. Red-
“Apa bedanya Akuntan dengan Dokter?” dua profesi yang sangat jauh berbeda?
Ternyata letak perbedaannya ada pada waktu dan tempat mereka berpijak. Yang pertama saat mereka di dalam pekerjaan mereka masing Akuntan berkerja di kantoran mengurusi audit2 –maklum bukan sarjana Ekonomi kurang ngerti kerjaan Akuntan, hehehe- dan Dokter di Rumah Sakit mengurusi pasien masing2 Visit dan Selalu bertanya gimana kabar tiap pasien dengan ramah dan Sopan serta senyum manis dan selalu sabar mendengarkan keluhan pasien –Keluhan utama mungkin ya??- Intinya dalam tempat dan pekerjaan mereka masing2 mereka bekerja sesuai dengan profesinya masing2 dan bekerja dengan ketekunan.
Tapi gimana Kalau AKUNTAN dan DOKTER berada pada suatu tempat yang Sama dengan situasi yang sama? MALL mungkin –disaat jam kosong,Liburan, dll-? Apakah Akuntan Tetap menjadi AKUNTAN di MALL??Saya Kira tidak, mereka menanggalkan semua atribut profesinya dan beralih menjadi Konsumen??
TAPI DOKTER??Akankah ia menanggalkan Atributnya Sebagai DOKTER????
NB: Apabila terdapat kesamaan cerita dalam note ini mohon maaf, bukan maksud untuk menyinggung serta bukan untuk membanding2 kan profesi seseorang tapi hanya bahan pemikiran dan untuk intropeksi penulis sendiri dan. Ini merupakan Buah pikir sendiri –pendapat- Penulis untuk menyikapi penyataan Preman dan Dokter?
Bagaimana dengan Anda???
Wednesday, August 18, 2010
Program interaktif EKG (ECG) -Elektrokardiografi-
http://www.ziddu.com/download/11276533/ECG.exe.html
ini merupakan program interaktif ada sekitar 25 macam bentuk dari ekag disertai penjelasan singkat
Sunday, August 15, 2010
GAGAL GINJAL KRONIK
http://www.ziddu.com/download/11226748/gagalginjalkronik.doc.html
BAB 1
PENDAHULUAN
Ginjal merupakan organ vital yang berperan sangat penting sangat penting dalam mempertahankan kestabilan lingkungan dalam tubuh. Ginjal mengatur keseimbangan cairan tubuh dan elektrolit dan asam basa dengan cara menyaring darah yang melalui ginjal, reabsorbsi selektif air, elektrolit dan non-elektrolit, serta mengekskresi kelebihannya sebagai kemih.
Fungsi primer ginjal adalah mempertahankan volume dan komposisi cairan ekstra sel dalam batas-batas normal. Komposisi dan volume cairan ekstrasel ini dikontrol oleh filtrasi glomerulus, reabsorbsi dan sekresi tubulus.
Ginjal dilalui oleh sekitar 1.200 ml darah per menit, suatu volume yang sama dengan 20 sampai 25 persen curah jantung (5.000 ml per menit). Lebih 90% darah yang masuk ke ginjal berada pada korteks, sedangkan sisanya dialirkan ke medulla.
Di negara maju, penyakit kronik tidak menular (cronic non-communicable diseases) terutama penyakit kardiovaskuler, hipertensi, diabetes melitus, dan penyakit ginjal kronik, sudah menggantikan penyakit menular (communicable diseases) sebagai masalah kesehatan masyarakat utama.
Gangguan fungsi ginjal dapat menggambarkan kondisi sistem vaskuler sehingga dapat membantu upaya pencegahan penyakit lebih dini sebelum pasien mengalami komplikasi yang lebih parah seperti stroke, penyakit jantung koroner, gagal ginjal, dan penyakit pembuluh darah perifer.
Pada penyakit ginjal kronik terjadi penurunan fungsi ginjal yang memerlukan terapi pengganti yang membutuhkan biaya yang mahal. Penyakit ginjal kronik biasanya desertai berbagai komplikasi seperti penyakit kardiovaskuler, penyakit saluran napas, penyakit saluran cerna, kelainan di tulang dan otot serta anemia.
Selama ini, pengelolaan penyakit ginjal kronik lebih mengutamakan diagnosis dan pengobatan terhadap penyakit ginjal spesifik yang merupakan penyebab penyakit ginjal kronik serta dialisis atau transplantasi ginjal jika sudah terjadi gagal ginjal. Bukti ilmiah menunjukkan bahwa komplikasi penyakit ginjal kronik, tidak bergantung pada etiologi, dapat dicegah atau dihambat jika dilakukan penanganan secara dini. Oleh karena itu, upaya yang harus dilaksanakan adalah diagnosis dini dan pencegahan yang efektif terhadap penyakit ginjal kronik, dan hal ini dimungkinkan karena berbagai faktor risiko untuk penyakit ginjal kronik dapat dikendalikan.
BAB II
